Senin, 23 Mei 2016

Takdir Allah




Mengenai takdir Allah,  Allah menciptakan seluruhnya pasti ada takdirnya. Termasuk menciptakan kita para  manusia. Dan seluruh takdir Allah itu baik. Termasuk keberadaan kita saat ini di sini, sudah ditetapkan oleh Allah. Bahkan ilmu kalam aliran ... menganggap bahwa setiap yang kita lakukan itu sudah tercatat di lauf mahfudz. Tapi apakah orang yang saat ini ada di jalan kesesatan itu berarti Allah memberikan takdir yang buruk kepada mereka. Ada lagi aliran ilmu kalam yang lain, bahwa perbuatan manusia itu dihasilkan dari perbuatan Allah dan kehendak dari manusia itu sendiri. Jadi dapat dikatakan bahwa orang yang saat ini ada di jalan kesesatan dapat mengubah keadaan mereka ketika mereka mengubah diri mereka sendiri. Jadi ketika orang itu punya kemauan untuk berubah dari posisinya yang saat ini tidak baik menjadi kepada posisi yang baik, maka Allah pasti akan membukakan jalan untuknya. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa takdir dapat diubah oleh doa. Nah berbicara mengenai takdir dan doa ini, di sejarah islam ada salah satu kisah mengenai ini yang ditujukan kepada slah satu sahabat rasul yaitu umar bin khattab. Umar bin khattab adalah orang yang kuat(badannya kuat dan sifatnya bengis) pada zamannya. Sebelum masuk Islam ia adalah orang yang sangat bengis, ia tidak pernah bas-basi. Ketika dia tidak menyukai seseorang maka dia akan langsung mengacungkan pedangnya dan menebas leher siapapun yang tidak ia sukai. Dan ketika itu ia juga pernah mengubur putrinya hidup-hidup karena malu mempunyai anak perempuan. Nah ketika kedatangan Islam, maka orang kafir quraisy yg tadinya menyembah berhala, sekarang sdh masuk Islam dan meninggakan itu semua. Umar bin khattab pun merasa tdk suka dgn adanya hal ini. ia pun seketika manjadi benci dan sangat menentang Islam, dan ia juga sangat membenci pada orang yang membawa ajaranIslam tersebut. Siapa itu? Ya dia adalah rasulullah Saw. Dan seketika itu dengan sangat tergesa-gesa ia berjalan sambil membawa pedang. Tujuannya adalah ke rumah rasulullah untuk membunuh rasulullah dgn pedangnya. Kemudia ditengah perjalanan ia bertemu dgn seorang penduduk yang mana penduduk tersebut menanyakan akan kemaankah umar. Lalu umar pun menjelaskan maksud tjuannya. Tapi penduduk tsb memberitahu umar bahwasanya adiknya umar sendiri yg bernama fatimah telah masuk islam. Hal ini semakin menambah marah Umar. Dan akhirnya ia tidak jadi pergi ke rumah rasulullah, melainkan dia pergi ke rumah Fatimah adiknya.sesampaiya di rumah fatimah, ternayat adiknya itu sedang membaca al-quran bersama suaminya. Seketika itu juga umar langsung mendobrak pintu adiknya dan memukul adiknya hingga berdarah. Dan ketika adiknya sudah berlumuran darah, ia mengatakan pada umar, “apakah aku disiksa untuk disuruh meninggalkan agama yang telah kupilih? Sebenarnya agama kita sama, Tuhan kita sama, Allah al-haq Allah Tuhan kita.” Seketika itu pula umar tersentak dan merasa iba pada adiknya ia teringat masa-masa kebersamaan dengan adiknya. Samapai akhirnya umar penaaran dengan apa yang dibaca adiknya, dan iapun menyuruh adiknya untuk membacakannya. Ketika itu yg di bc adalah surat thoha ayat 1 sampai 14. Dan ketika itulah hidayah datang kepada Umar. Umaar yang mengerti tentang syair ketika itu menyadari bahwa yang baru saja dibacakan oleh adiknya bukan buatan manusia, melainkan buatan Tuhan. Dan ketika itu umar langsung menuju rumah rasulullah dan mengatakan dihadapan rasul; langsung, kalimat syahadat. Dan sejak saat itu umar masuk islam, dan ia berada di barisan paling depan dalam membela islamdan melindungi rasul dari para kaum kafir quraisy waktu itu. Sebenarnya kejadian ini, yakni berkat doa rasul, yg menginginkan satu diantara dua orang yg amat berpengaruh bagi umat saat itu untuk bisa mendapatkan hidayah dan masuk islam. Dua orang tsb adlah abu jahl dan umar bin khattab. Maka dengan ini berarti doa rasul dikabulkan. Dan dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah, bahwasanya kita bisa memohon doa untuk keluarga kita atau teman-teman kita supaya ditunjukkan jalan yang benar. Kembali lagi mengenai cara dakwah kita, bila kita melihat suatu kemungkaran maka cegahlah dengan tanganmu bila tidak dengan lisanmu atau bila tdk bisa juga maka dengan hatimu. Tapi yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman.
            Pasti ada sesuatu dibalik semua yang menimpa kita, pandangan manusia itu relatif. Bisa jadi yang kita anggap paling buruk untuk kita tapi itulah yang paling baik menurut Allah. Seperti ceritanya aa gym, yang sering beliau utarakan cobaan atau ujian bagi seseorang atau hal buruk yang menimpa seseorang janganlah dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Tapi kita lihat, perbedaan dari orang yang terken musibah tsb. Apakah setelah diberikan musibah, org tersebut tambah baik? Solatnya jadi rajin? Puasanya jadi rajin? Tahajudnya, dhuhanya? Bila musibah tsb menjadikan seorang makhluk menjadi semakin dekat dengan Allah maka itu merupakan suatu karunia dan kasih sayang Allah kpd hambanya. Allah tidak mau hamba tersebut berjalan ke arah yang lebih salah. Misalnya kamu kehilangan hp, hal tersebut jangan dipandang sebagai hal yang seutuhnya buruk. Tapi lihat sisi laindari hal it. Bisa saja dengan hilangnya handphone tersebut, Allah ingin kita tidak berhubungan lagi dengan orang-orang yang salah. Kan misalnya ada tuh temen-temen masa lalau kita yang ngga baik buat kita. Dan untuk menjauhkan kita dari org tsb, maka Allah ambil handphone kita dengan cara ndilalahnya dicuri orang.



1 komentar: