Mengenai takdir Allah, Allah
menciptakan seluruhnya pasti ada takdirnya. Termasuk menciptakan kita para manusia. Dan seluruh takdir Allah itu baik.
Termasuk keberadaan kita saat ini di sini, sudah ditetapkan oleh Allah. Bahkan
ilmu kalam aliran ... menganggap bahwa setiap yang kita lakukan itu sudah
tercatat di lauf mahfudz. Tapi apakah orang yang saat ini ada di jalan
kesesatan itu berarti Allah memberikan takdir yang buruk kepada mereka. Ada lagi
aliran ilmu kalam yang lain, bahwa perbuatan manusia itu dihasilkan dari
perbuatan Allah dan kehendak dari manusia itu sendiri. Jadi dapat dikatakan
bahwa orang yang saat ini ada di jalan kesesatan dapat mengubah keadaan mereka
ketika mereka mengubah diri mereka sendiri. Jadi ketika orang itu punya kemauan
untuk berubah dari posisinya yang saat ini tidak baik menjadi kepada posisi
yang baik, maka Allah pasti akan membukakan jalan untuknya. Dengan begitu dapat
dikatakan bahwa takdir dapat diubah oleh doa. Nah berbicara mengenai takdir dan
doa ini, di sejarah islam ada salah satu kisah mengenai ini yang ditujukan
kepada slah satu sahabat rasul yaitu umar bin khattab. Umar bin khattab adalah
orang yang kuat(badannya kuat dan sifatnya bengis) pada zamannya. Sebelum masuk
Islam ia adalah orang yang sangat bengis, ia tidak pernah bas-basi. Ketika dia
tidak menyukai seseorang maka dia akan langsung mengacungkan pedangnya dan
menebas leher siapapun yang tidak ia sukai. Dan ketika itu ia juga pernah
mengubur putrinya hidup-hidup karena malu mempunyai anak perempuan. Nah ketika
kedatangan Islam, maka orang kafir quraisy yg tadinya menyembah berhala,
sekarang sdh masuk Islam dan meninggakan itu semua. Umar bin khattab pun merasa
tdk suka dgn adanya hal ini. ia pun seketika manjadi benci dan sangat menentang
Islam, dan ia juga sangat membenci pada orang yang membawa ajaranIslam
tersebut. Siapa itu? Ya dia adalah rasulullah Saw. Dan seketika itu dengan
sangat tergesa-gesa ia berjalan sambil membawa pedang. Tujuannya adalah ke
rumah rasulullah untuk membunuh rasulullah dgn pedangnya. Kemudia ditengah
perjalanan ia bertemu dgn seorang penduduk yang mana penduduk tersebut
menanyakan akan kemaankah umar. Lalu umar pun menjelaskan maksud tjuannya. Tapi
penduduk tsb memberitahu umar bahwasanya adiknya umar sendiri yg bernama fatimah
telah masuk islam. Hal ini semakin menambah marah Umar. Dan akhirnya ia tidak
jadi pergi ke rumah rasulullah, melainkan dia pergi ke rumah Fatimah
adiknya.sesampaiya di rumah fatimah, ternayat adiknya itu sedang membaca
al-quran bersama suaminya. Seketika itu juga umar langsung mendobrak pintu
adiknya dan memukul adiknya hingga berdarah. Dan ketika adiknya sudah
berlumuran darah, ia mengatakan pada umar, “apakah aku disiksa untuk disuruh
meninggalkan agama yang telah kupilih? Sebenarnya agama kita sama, Tuhan kita
sama, Allah al-haq Allah Tuhan kita.” Seketika itu pula umar tersentak dan
merasa iba pada adiknya ia teringat masa-masa kebersamaan dengan adiknya.
Samapai akhirnya umar penaaran dengan apa yang dibaca adiknya, dan iapun
menyuruh adiknya untuk membacakannya. Ketika itu yg di bc adalah surat thoha
ayat 1 sampai 14. Dan ketika itulah hidayah datang kepada Umar. Umaar yang
mengerti tentang syair ketika itu menyadari bahwa yang baru saja dibacakan oleh
adiknya bukan buatan manusia, melainkan buatan Tuhan. Dan ketika itu umar
langsung menuju rumah rasulullah dan mengatakan dihadapan rasul; langsung,
kalimat syahadat. Dan sejak saat itu umar masuk islam, dan ia berada di barisan
paling depan dalam membela islamdan melindungi rasul dari para kaum kafir quraisy
waktu itu. Sebenarnya kejadian ini, yakni berkat doa rasul, yg menginginkan
satu diantara dua orang yg amat berpengaruh bagi umat saat itu untuk bisa
mendapatkan hidayah dan masuk islam. Dua orang tsb adlah abu jahl dan umar bin
khattab. Maka dengan ini berarti doa rasul dikabulkan. Dan dari cerita ini kita
bisa mengambil hikmah, bahwasanya kita bisa memohon doa untuk keluarga kita
atau teman-teman kita supaya ditunjukkan jalan yang benar. Kembali lagi
mengenai cara dakwah kita, bila kita melihat suatu kemungkaran maka cegahlah
dengan tanganmu bila tidak dengan lisanmu atau bila tdk bisa juga maka dengan
hatimu. Tapi yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman.
Pasti ada sesuatu
dibalik semua yang menimpa kita, pandangan manusia itu relatif. Bisa jadi yang
kita anggap paling buruk untuk kita tapi itulah yang paling baik menurut Allah.
Seperti ceritanya aa gym, yang sering beliau utarakan cobaan atau ujian bagi
seseorang atau hal buruk yang menimpa seseorang janganlah dipandang sebagai
sesuatu yang buruk. Tapi kita lihat, perbedaan dari orang yang terken musibah
tsb. Apakah setelah diberikan musibah, org tersebut tambah baik? Solatnya jadi
rajin? Puasanya jadi rajin? Tahajudnya, dhuhanya? Bila musibah tsb menjadikan
seorang makhluk menjadi semakin dekat dengan Allah maka itu merupakan suatu
karunia dan kasih sayang Allah kpd hambanya. Allah tidak mau hamba tersebut berjalan
ke arah yang lebih salah. Misalnya kamu kehilangan hp, hal tersebut jangan
dipandang sebagai hal yang seutuhnya buruk. Tapi lihat sisi laindari hal it.
Bisa saja dengan hilangnya handphone tersebut, Allah ingin kita tidak
berhubungan lagi dengan orang-orang yang salah. Kan misalnya ada tuh
temen-temen masa lalau kita yang ngga baik buat kita. Dan untuk menjauhkan kita
dari org tsb, maka Allah ambil handphone kita dengan cara ndilalahnya dicuri
orang.

ijin share yah kak
BalasHapuswww.axis.co.id