Saat ini aku sedang merakit perahuku
untuk mengantarkanku ke pualu impian dan cita-citaku. Aku merasa bahwa
sebenarnya aku ini punya bakat menulis. Tapi karna faktor yang seringkali
menghampiri, alhasil kemampuanku ini tak terasah dengan baik. Dan kali ini aku
mulai menggiatkan diri lagi untuk menulis setiap hari. Mengeluarkan
sumbatan-sumbatan di otak yang mungkin saja bisa menggali pikiran baru yang
lebih baru dan segar. Bila kita tau fakta bahwa otak kita ini adalah lebih
hebat dan tak tertandingi dengan tekhnologi canggih manapun, tentunya kita akan
selalu optimis dalam melakukan banyak hal yang kita inginkan. Bayangkan saja,
setiap hal yang kita inginkan bisa tercapai karena kita dianugerahi Tuhan satu
benda yang sangat hebat, yaitu otak.
Oke kali ini aku mau nulis tentang
usahaku membersihkan hati. Aku masih agak bingung sama salah satu hadis yang
katanya orang yang punya rasa sombong sebesar biji sawi nggak bakal masuk
surga. Hm.. ini mustahil kayaknya. Bayangin aja, berpuluh-puluh tahun manusia
hidup masa iya sebagai manusia biasa yang didadanya masih ada sifat baik dan
buruk nggak pernah ngerasain sehalus-halusnya sombong. Wong anak kecil aja bisa
sombong kok, bisa iri-irian kok. Nah aku ya bingung banget sama hadis yang satu
ini, biji sawi kan kalo nggak salah kecil banget yak. Nah kalo gitu, bisa jadi
semua manusia nggak masuk surga dong karena menurutku di dalam setiap hidup
orang pasti pernah walaupun 1 kali dalam hidupnya yang namanya ngerasain
sombong itu, kecuali Nabi Saw dan para sahabatnya.
Hm.. tapi biarpun bingung, ya aku
coba untuk selalu bersihin hatiku. Makanya kalo ke perpus kota atau perpus
manapun aku lebih suka nyari buku yang berhubungan dengan pembersihan hati.
Karena jujur loh, hati itu ibarat taneman kalo nggak disiram ya layu dan
akhirnya mati. Makanya aku seneng kalo baca buku-buku yang berkaitan dengan
pembersihan hati, karena buku itu ibarat air yag menyirami hatiku yang gersang
hehe. Tapi serius loh, jaga hati itu susahnya minta ampun. Jaga hati yang aku
maksud di sini itu, hati dijaga jangan sampe ngerasain yang namanya ujub,
pamer, ria, dengki, sombong, takabur, dan penyakit-penyakit hati lainnya deh.
Susah loh, dan ini musti banyak latihan dan suplemen. Aku jadiin buku dan
ceramahnya Aa Gym sebagai suplemen. Eits kenapa harus Aa Gym? karena beliau
kalo ceramah ngena banget dan sering banget yang sesuai sama aku. Pokoknya
bikin adem-adem ayem deh hati ini kalo denger ceramahnya si Aa teh. Biarpun
mungkin banyak yang gak suka sama Aa Gym gara-gara kawin lagi, tapi nggak liat ke
arah situnya. Aku tetep ngefans dan kagum sama beliau. Karena beliau bisa
mengubah pandanganku kalo setiap sesuatu itu datengnya dari Allah dan hanya
kembali pada Allah. Termasuk masalah, masalah sebesar apapun maka kembalikan
saja pada Allah. Karena Dia selalu bisa memberikan solusi dari setiap
permasalah hambanya. Aa Gym juga orang yang menyadarkan akan artinya bersyukur
sampai kepada hal yang terkecil. Ceramah beliau nggak muluk-muluk, sesuai sama
kejadian sehari-hari aja. Jadi mudah diterima dan masuk ke hati. Semoga Allah
merahmati beliau ini yang sudah menyadarkan banyak dan memberikan kesehatan
sampai wafatnya supaya bisa selalu bermanfaat ilmunya bagi umat.
Oke, satu kata yang aku ambil dari
buku yang kubaca. Eh bukan kata deg tapi kalimat hehe. Jadi jangan sampai dunia
ini membuat kita senang ataupun marah berlebihan. Aku selalu inget kata-kata
ini ketika aku mulai sebel atau marah sama temenku. Dan hasilnya, hatiku
seketika bisa netral kembali dan otomatis sabar serta menyerahkan semuanya pada
Allah. Sebetulnya hidup ini enak, kalau kita senantiasa bersyukur atas semua
yang Allah berikan ke kita. Kita nggak akan pernah dengki, iri ataupun tidak
suka pada orang lain bila kita menyadari hal ini. dan menurutku, orang yang
hatinya bersih secara otomatis fisiknya juga sehat. Karena ketika hati tenang
tanpa penyakit hati otomatis tubuh akan senantiasa rileks dan tidak tegang.
Karena kalau tubuh tegang, maka pembuluh darah kitapun ikut berpengaruh dalam
mengalirkan darah pembuluh darah akan jadi menyempit dan hal itu pasti akan
mempengaruhi jumlah darah yang dialirkan ke seluruh tubuh kita. Akhirnya tubuh
kita kekurangan asupan darah baru, yang mana darah itu salah satu unsur yang
paling penting dalam kesehatan kita. Maka dengan berkurangnya asupan darah segar,
maka berpengaruh juga pada kesehatan kita secara menyeluruh.
Ketika temen kita dapet rezeki
ataupun kebaikan dari Allah kita juga gaboleh tuh yang namanya ga suka. Kita
musti ikut seneng kalo temen kita seneng, buka sebaliknya ya. Karena rezeki itu
Allah yang ngatur, masa iya kita mau nggak seneng atas hasil keputusan Allah.
Yakin deh kita pasti juga dapet rezeki dari jalan lain yang Allah kehendaki
untuk kita. Burung aja dapet rezeki kalau dia mau keluar cari makan, masa iya
kita nggak? Allah Maha Adil, jadi teang aja. Yang penting mah deket sama Allah
aja maka akan terjamin tuh hidup sejahtera dunia.
Hm tuh kan besar banget dampaknya
kalo kita nggak suka sama orang atau punya penyakit hati. Makanya mulai dari
sekarang, ayo latih dirimu untuk membersihkan hati dan senantiasa minta sama
Allah supaya dianugerahi hati yang bersih dan lembut. Jangan muah terpengruh
oleh keadaan dunia yang bisa bikin kita marah apalagi sebel. Bawa santai aja
semuanya dan kembalikan pada Allah, yakin deh pasti akan jadi tenang dan hilang
beban karena udah diserahin sama yang Maha Terpercaya. Alhasil, masalah selesai
hati tenang tubuh sehat dan kita akan bahagia. \o/
sangat bagus untuk dibaca
BalasHapuscara aktivasi kartu axis